Friend WIth Benefit (FWB) - #TabooTalk 1

Disclaimer : tulisan ini adalah tulisan berseri tentang hal-hal tabu yang ingin aku ungkap, share dan diskusikan bersama. Sebagai sebuah bentuk dari kegelisahan hati dan ungkapan atas kegundahan terkait dengan hal yang sedsng aku bahas. Ini semua murni adalah pemkiranku pribadi, akupun sudah berusaha semaksimal mungkin untuk tidak menyingging dan merugikan pihak manapun dalam tulisanku ini. Hope you guys enjoy my wtitting.

Friend WIth Benefit (FWB) - #TabooTalk 1

Tentang Friend With Benefit (FWB)

Mari kumulai tulisan ini dengan sebuah pembukaan yang aku kutip dari situs popbela, bunyinya seperti ini

Sudahkah kamu mendengar istilah friends with benefits atau yang kerap disebut FWB? Kata benefit dalam Bahasa Indonesia sendiri mempunyai arti manfaat. Tetapi sejatinya friends with benefits berarti suatu hubungan pertemanan dengan seseorang yang menambahkan unsur seks di dalamnya. Hal ini karena mereka melakukan hal yang lebih intens, lebih emosional dan saling membutuhkan.
Hubungan dengan friends with benefits ini nggak terikat dan nggak mempunyai aturan yang pasti. Hubungan seks yang ada juga menjadikan ketergantungan dan menjadikannya sebuah ‘rutinitas’. Nggak sedikit yang mempunyai hubungan friends with benefits ini karena menganggap temannya itu sebagai sosok yang cocok untuk memenuhi kebutuhan seksnya. (Source : Popbela)

Itu adalah sebuah pengantar yang aku rasa cukup cocok untuk memulai tulisan ini, disadari atau tidak FWB kini cukup populer, terlebih di kalangan masyarakat metropolitan yang terbelenggu etiket hidup perkotaan. Indeed, kehidupan di perkotaan jauh lebih terbuka dan tidak seakrab kehidupan di pedesaan. Keterbukaan ini yang membuat beragam kultur dapat masuk dan berasimilasi dan diadaptasi dalam dinamika kehidupan.

Sebenarnya tidak ada yang tau pasti sejak kapan istilah FWB mulai berkembang dan menjadi populer, namun sejauh pengamatan dan hasil membaca berbagai literature. Istilah FWB mulai muncul sejak film dengan judul Friends with benefit yang disutradarai oleh Will Gluck diluncurkan pada tahun 2011. Sejak itu, istilah FWB mulai dikenal dan entah apa penyebabnya menjadi populer belakangan ini.

Friends with benefit.yups, benefit disini lebih dimaknakan sebagai kebutuhan seksual. Jadi benefit yang dimaksud disini adalah sebuah kebutuhan yang bener-bener difokuskan kepada sexual appeal, bukan kebutuhan lain. dan tetntunya hubungan beginian ya bakal punya konsekuensinya tersendiri dibanding dengan ikatan hubungan yang lain. 

Kok bisa FWB an Sih?

Kalau dipikir, sebenarnya da banyak alasan sebuah hubungan FWB dapat terbentuk. Bisa karena faktor internal seperti pasangan sah yang tidak memberi kepuasan terhadap pasangannya. Bisa juga faktor internal seperti gaya hidup dan lingkungan yang menjerumuskan pada gaya hidup yang begituan. Atau emang dari sononya aja suka sama suka 😂

Well, hubungan beginian emang bisa dibilang gak menyimpang. Bukan salah satu dari disorientasi seksual pula. Namun ya, ditengah masyarakat yang mau dibilang beradab ini hal tersebut masih dianggap tabu. Ya! hubungan beginian mah gak bisa diterima sama masyarakat kita.

Lalu FWB Merugikan Gak sih?

Kalau bahas soal untung sih, ada untung sama ruginya. Hubungan FWB adalah hubungan yang tidak terikat, jadi bisa saja suatu hari salah satu dari pasangan FWB ini menghilang begitu saja. Di tengah hubungan yang tidak mengikat ini tumbuhnya perasaan satu sama lain malah bisa berdampak negatif. Apalagi kalau sukanya cuma sepihak saja. Eh pihak satunya tiba-tiba dijodohin atau tiba-tiba ngilang kan ujungnya berabe tuh

Kalau pas punya anak? ini nih yang susah, iya kalo kedua pihaknya saling paham dan main aman. Takutnya kalau malah keceplosan atau kebobolan, bisa-bisa hamil juga tuh ujungnya. Nah nasib anaknya gimana? Balik ke poin di atas, namanya juga hubungan yang tidak mengikat, kalau-kalau ujungnya malah begini jadi susah dan merugikan untuk pihak wanita sama anaknya nanti. Gak ada naungan hukum dan kejelasan tentang bapaknya.

My thought about FWB?

Just fine sih, tapi emang gue sedikit rada gak setuju sama trend FWB ini, bener sih emang kedua pihak diuntungin. Sama-sama enak kan! but it just sexual appeal, banyak hal lain dan elemen kehidupan lain yang bisa jadi malah crash dan bakal berbuntut panjang akibat dari FWB ini.

Simbiosis mutualisme sih, tapi ada resikonya juga. Seabrek pula dan gak maen-maen. Jadi kalau kalian kemudian terjebak di zona FWB ini gue mikir dan saranin buat bikin kejelasan aja. At least omongin perasaan elu, bilang dan ungkapin biar jelas.

Dibawa duduk, diajak ngomong dengan serius, semua masalah pasti ada jawaban dan jalannya 

Jaman sekarang susah sist nyari cowok yang takluk dan nurut banget sama cewek, yang suka main belakang sama suka main kasar kayaknya yang banyak. Jadi kalo elu dapet cowok yang care dan gasuka main belakang! pertahanin sumpah pertahanin jangan disia-sia in!!
___
Sumber gambar : unsplash.com


No comments

Powered by Blogger.