Dirumah aja; Himaprodi KPI Unuja adakan Nyator Santuy Online

Himpunan Mahasiswa Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam Universitas Nurul Jadid (HIMAPRODI KPI UNUJA), Paiton Probolinggo adakan kajian yang bernama Nyator Santuy Online yang bertajuk “Revitalisasi Semangat Organisasi yang Kreatif dimasa Pandemi”, Selasa (19/05/2020)

Meskipun dilaksanakan secara online via Whatsapp Group, kajian ini tetap diikuti secara antusias oleh para peserta. Tercatat ada 97 peserta yang berasal dari kampus-kampus yang tersebar di seluruh Indonesia. Tidak hanya diikuti oleh mahasiswa, kajian online tersebut juga diikuti oleh beberapa orang dari SLTA sederajat.

Ketua Himaprodi KPI Universitas Nurul Jadid menyampaikan alasannya kenapa harus mengadakan kajian online dan mengangkat mengenai organisasi. Menurutnya, kegiatan tersebut ditujukan agar para mahasiswa khususnya mahasiswa kpi unuja tetap tersulut api semangat dalam menjalankan organisasi walaupun dimasa pandemi.

“Kegiatan online ini kami lakukan dalam rangka mengantisipasi dari sikap mahasiswa yang acuh terahadap organisasi. Kenapa demikian? Karena di masa pandemi ini, yang mana mahasiswa harus kuliah daring dari rumah membuat mereka mengeluh karena harus mengerjakan banyak tugas yang diberikan oleh para dosen. Hal ini tentunya akan berpengeruh pada keaktifan mereka dalam berorganisasi dengan alasan banyak tugas”, tegas mahasiswa asal Sumenep tersebut.

Pada kajian online, Ketua Umum Pengurus Pusat Forum Komunikasi Mahasiswa Nasional Komunikasi dan Penyiaran Islam (Ketum PP FORKOMNAS KPI), saudara Maulana Wedy Irkham berkenan sebagai pemantik kajian. Ia menyampaikan secara luas mengenai organisasi dan problem-problem yang sering kali muncul dalam dinamika berjalannya organisasi.

Menurutnya, ada beberapa problem yang sering kali terjadi dalam organisasi yaitu Krisis Kepercayaan, Self absorbed & self abuse, Blame situation. “Dalam organisasi seharusnya kepercayaan harus dibangun agar tetap menjaga kerjasama dan sama-sama kerja. Karena jika dalam sebuah organisasi hanya segelintir orang yang kerja lalu untuk apa wadah itu dibangun?”, jelasnya.

“Pelaku organisasi yang batu akan mengendurkan intensitasnya saat pendapatnya tidak diterima atau dianggap kurang relevan. Biasanya orang seperti itu akan mempromosikan ketidakpuasannya dan mengkampanyekan gerakan absurd didalam organisasi itu sendiri. Sedangkan self abuse, jenis ini sangat berbahaya karena orang tersebut akan bertindak karena ada hal yang dianggap menguntungkan dirinya sendiri”, tambahnya.

Mas maul sapaan akrabnya, juga menjelaskan mengenai blame situation yang mana dalam hal ini berkaitan dengan tanggung jawab. “Menyalahkan keadaan dalam ketidakmampun menjalankan tugas, tugas sebagai organisatoris seringg diindahkan dengan alasan tanggung jawab atau kewajiban lain yang harus diselesaikan. Ketidakmampuannya tersebut ditutup dengan alibi dan pengalihan agar begitu kentara terlihat ketidakseriusanya dalam mengemban amanah”. Tegas mas maul.

Akhir penyampaiannya, mas maul menyampaikan agar kita semua yang aktif di berbagai organisasi yang sedang dihadapkan pada pandemi covid-19 harus paham akan kondisi dan situasi.

“Ditengah pandemi seorang organisatoris harus paham betul atas apa yang terjadi. Bahkan ketika kita dituntut terus dirumah saja, tidak boleh ada alasan untuk mematikan organisasi. Karena organisasi adalah benda mati yang harus dihidupkan. Biasakan untuk melakukan riset dan diskusi untuk tetap menjaga nalar berfikir kita dalam berorganisasi” akhiri pak ketum.

-
Oleh: ar

2 comments:

  1. Dengan kondisi pandemik ini mau tidak mau berbagai urusan diselesaikan secara online. Sukses mas

    ReplyDelete
  2. Website paling ternama dan paling terpercaya di Asia
    Sistem pelayanan 24 Jam Non-Stop bersama dengan CS Berpengalaman respon tercepat
    Memiliki 9 Jenis game yang sangat digemari oleh seluruh peminat poker / domino
    Link Alternatif :
    www.arenakartu.cc
    100% Memuaskan ^-^

    ReplyDelete

Powered by Blogger.