Peringati Haul 1 Dekade Gus Dur - Gusdurian Probolinggo Adakan Acara Bertajuk “Kemanusiaan Melestarikan Kebudayaan”

Peringati Haul 1 Dekade Gus Dur - Gusdurian Probolinggo Adakan Acara Bertajuk “Kemanusiaan Melestarikan Kebudayaan”

Komunitas Gusdurian Probolinggo Chapter Nurul Jadid berhasil mengadakan acara peringatan satu dekade Haul Gusdur atau yang mempunyai Nama lengkap KH Abdurrahman Wahid Acara ini digelar di Auditorium SMA Nurul Jadid, Paiton, (10/01)

Dalam peringatan satu dekade Haul Gus Dur tersebut direncanakan mengundang Gus A’ak Abdullah al-Kudus (Presidium Gusdurian Jawa Timur), Gus Muhammad Al-Fayyadl (Intelektual Muda NU), Gus Abdurrahman Wafi, dan Gus Fahmi AHZ. Namun dari keempat narasumber yang direncanakan tersebut, Gus A’ak dan Gus Fayyadl berhalangan hadir dikarenakan ada kepentingan mendadak.

Acara yang bertajuk “Kemanusiaan Melestarikan Kebudayaan” ini ternyata cukup mengundang hasrat pada para santri Nurul Jadid, yang ditandai dengan antusias santri yang dengan cepat memenuhi auditorium SMA Nurul Jadid. 

Turut hadir juga perwakilan dari gereja-gereja, civitas Pesantren Nurul Jadid.

Pelaksanaan Haul ini dimulai dengan pembacaan tahlil bersama yang dipimpin oleh Gus Fahmi AHZ. Diikuti dengan penyampaian orasi kebudayaan yang diisi oleh Gus Abdurrahman Wafi, dan Muhammad Bahrul Ulum, M.Fil. Serta di akhiri dengan tadarus puisi oleh Komunitas sastra Nurul Jadid.

Gus Abdurrahman Wafi menyampaikan bahwa berbicara sosok Gus Dur, juga akan berbicara soal pesantren. Sehingga hal itu tidak akan pernah ada yang lumrah dari sosok pendiri Nahdlatul Ulama tersebut.

“Kalau kita berbicara Gusdur maka sama saja berbicara tradisi pesantren. Sosok Gus Dur itu tidak ada yang istimewa, karena ya sama saja dengan para kyai, ulama, dan bahkan santri-santri yang hadir pada siang hari ini. Hanya saja, sosok Gus Dur menjadi istimewa ketika yang membicarakan atau dipandang dari kacamata luar pesantren”, jelasnya.

Gus Abdur lebih menekankan dengan memaparkan beberapa warisannya Gusdur. Menurutnya, jika kita mengenal sosok Gus Dur, maka ia tidak kan mau untuk diperingati haulnya. Karena haul tidak akan membesarkan namanya dan juga tidak akan mengecilkan nama kebesarannya.

Peringati Haul 1 Dekade Gus Dur - Gusdurian Probolinggo Adakan Acara Bertajuk “Kemanusiaan Melestarikan Kebudayaan”

Hal terpenting adalah bagaimana kemanfaatan dari acara haul tersebut bagi semua umat. Warisan Gusdur tentang kemanusiaan merupakan warisan yag harus dijaga dengan baik. Karena kita bisa disatukan walaupun berada dalam suatu agama yang berbeda, keyakinan yang beragam, profesi yang tentunya tidak sama, tapi semua itu dapat disatukan karena kemanusiaan.

Tidak kalah pentingnya adalah mengenai ilmu pengetahun. Menjadi penting karena sosok gusdur sangat senang dengan menulis dan membaca. Sehingga para santri juga harus lebih semangat mengunjungi perpustakaan demi menjaga dan merawat warisan gusdur.

“Para santri Nurul Jadid harus lebih sering dan senang dengan membaca dan menulis. Sehingga tanpa mengadakan haul, sosok Gus Dur akan selalu hidup dan merekat dengan para santri dan bumi nurul jadid”, tegasnya.
___
Berita dan foto oleh : Rachmad

No comments

Powered by Blogger.