Panji Pelopor, Organisasi Pesantren, Sarana Pengabdian Santri - Barokah, dari Kegiatan Sekolah Sampai Kegiatan Pesantren

Panji Pelopor, Organisasi Pesantren, Sarana Pengabdian Santri - Barokah, dari Kegiatan Sekolah Sampai Kegiatan Pesantren

Pondok pesantren Nurul Jadid terus berinovasi dalam mengembangkan prestasi santri Nurul Jadid. Salah satunya, dengan kegiatan organisasi baik organisasi sekolah ataupun pesantren. Organisasi pesantren diantaranya ialah Panji Pelopor, organisasi yang didirikan setahun lalu. Organisasi ini dibentuk untuk menumbuhkan dan menciptakan pengurus Pondok Pesantren Nurul Jadid dalam pelayanan kesantrian. Panji pelopor sendiri adalah organisasi yang sengaja di bentuk untuk membantu kegiatan pensantren. 

Nama Panji Pelopor dahulunya adalah pasukan 200 yakni terdiri dari 200 orang santri putra dan santri putri. Namun seiring bejalannya waktu, nama pasukan 200 diganti dengan sebutan Panji Pelopor. Organisasi Panji Pelopor mempunyai masa jabatan kurang lebih satu tahun dari hari pelantikan. Organisasi ini di pelopori oleh bapak Basori Alwi, pengurus pesantren pusat dan sebagai pembina pusat Organisasi Tim Panji Pelopor. 

Organisasi Tim Panji Pelopor saat ini beranggota 126 putri yang terbagi sesuai wilayah masing-masing dan mempunyai pembina dan ketua masing-masing wilayah. Untuk Panji Pelopor wilayah Az-Zainiyah diketuai oleh Ummu Fatimatuz Zahroh, siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) Nurul Jadid yang saat ini berada dibangku sekolah kelas akhir. Sedangkan untuk pembina Panji Pelopor wilayah Az-Zainiyah adalah Putri Nuril Mufidah, mahasiswi semester 5 di universitas Nurul Jadid. “Kami diangkat sebagai Tim Panji Pelopor untuk mengabdi dan membantu Pondok pesantren Nurul Jadid” ujar Putri N.M selaku pembina Panji Pelopor Az-Zainiyah. 

Kegiatan Tim Panji Pelopor adalah sesuai dengan surst keputusan Pondok Pesantren adalah untuk membantuk pengurus Pondok Pesantren. Salah satunya adalah menjadi panitia untuk acara Pondok Pesantren. Seperti panitia pada saat acara Haul dan Harlah Pondok Pesantren Nurul Jadid, panitia acara Muskerwil Nahdhatul Ulama bulan Desember tahun lalu. Juga pada seminar IKPNU, pendamping Prakerin Sekolah Menengah Kejuruan Jember, pendamping tamu, dan panitia POSB Pondok Pesantren Nurul Jadid serta berpartisipasi menjadi Panitia wisuda Universitas Nurul Jadid. 

Selain kegiatan dalam organisasi Panji Pelopor, para anggota tim juga melakukan kegiatan pesantren dan bersekolah seperti biasanya. Tim Panji Pelopor harus membagi waktu dengan sebaik-baiknya karena para anggota harus selalu siap kapanpun. Terlebih lagi ketika waktu acara yang bertepatan dengan jam sekolah, tim Panji Pelopor harus merelakan jam sekolahnya diganti dengan kegiatan Panji Pelopor. “Tapi, inilah bentuk pengabdian yang sesungguhnya dan mungkin baru ini yang bisa kami berikan kepada Pondok Pesantren” ujar ketua Panji Pelopor Az-Zainiyah, Sabtu (18/01). 

“Yaaa kita ambil Barokah Pondok aja, capek udah biasa kok yang penting semangat Tim dalam mengamban tugas ngk pernah luntur. Terus mengabdi untuk pondok apalagi kita yang udah mau lulus Cuma bisa berikan ini ke Pondok” jelas Robiatul Adawiyah, salah satu anggota Tin Panji Pelopor.
___
Kontributor : Alfika Paputungan (Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Agama Islam UNUJA)

No comments

Powered by Blogger.