Kenali Potensi Santri Melalui STIFIn Personality

Kenali Potensi Santri Melalui STIFIn Personality

Wilayah Al-Hasyimiyah merupakan salah satu wilayah putri yang berada di Pondok Pesantren Nurul Jadid. Wilayah yang berada dibawah pemangku Ibunda Masruroh istri dari mendiang alm. KH Hasyim Zaini terkenal dengan tata letak bangunan yang indah juga kebersihan yang mampu menjadi daya tarik untuk tamu dan wali santri ini memiliki santri kurang lebih 1500 dengan jumlah pengurus 150 orang.

Pondok Pesantren Nurul Jadid merupakan pesantren yang dinamis dalam mengikuti pekembangan zaman. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menerapkan system ke-wali asuh an. Konsep ini merupakan pendekatan melalui hubungan emosional antara pengurus dengan santri yang diasuhnya atau yang biasa disebut dengan anak asuh dan wali asuh. Pendekatan ini mendapat apresiasi positif dari berbagai pihak, pasalnya dengan adanya wali asuh mampu menjadi wasilah/penyambung antara pengasuh, pengurus pesantren, dan wali santri dalam ranah pelaksanaan program, kontroling, hingga evaluasi.

Menjadi wali asuh pun bukanlah perkara yang mudah. Mengapa? Karena sejatinya wali asuh adalah orang tua kedua santri selama ia berada di pesantren. Selayaknya orang tua, maka wali asuh harus mampu mengetahui bakat minat anak asuh, cara berkomunikasi, memotivasi dsb. Wilayah Al-Hasyimiyah yang juga menerapkan konsep wali asuh sejak tahun 2014 silam pun mengakui adanya wali asuh sangat membantu berjalannya program. Namun, dengan jumlah rasio santri dan pengurus yang tidak seimbang juga menjadi salah satu problem yang belum menemukan solusi yang solutif.

STIFIn hadir sebagai jalan keluar menemukan potensi diri seseorang, STIFIn hadir sebagai wujud pengembangan dan penggemblengan bakat dan minat kemudian ending-nya seseorang menemukan jalan sukses dan karpet merahnya, dan STIFIn hadir membantu menjawab keluh kesah para wali asuh yang belum optimal dalam rangka mengenal masing-masing kepribadian anak asuh. Konsep STIFIn juga menjelaskan secara mendalam dan konkret terkait bagaimana pola pengasuhan anak sehingga tidak terjadi luka pengasuhan.

STIFIn merupakan salah satu upaya dari pengurus pesantren dalam memberikan solusi terkait problem yang terjadi di lapangan, sehingga terhitung sejak tahun 2017 kurang lebih 85% santri Wilayah Al-Hasyimiyah telah melakukan tes STIFIn dalam memudahkan wali asuh memberikan penanganan yang tepat, selain itu STIFIn memberikan dampak positif untuk masing-masing santri dalam pengembangan bakat dan minat skill santri dengan berdasar pada beberapa alasan kenapa kami memilih STIFIn sebagai faktor penunjang keberhasilan program ke-wali asuh an di Wilayah Al-Hasyimiyah. 

Dengan berbekal ilmu STIFIn wali asuh mampu memberikan pelayanan maksimal bagaimana wali asuh menyikapi berbagai karakter anak asuh, ini kemudian menjawab semua problem yang ada untuk segera dituntaskan dan ditemukan solusinya. Memenuhi segala kebutuhan anak asuh misalkan, mulai dari memberikan pengarahan terkait bagaimana cara belajarnya, meningkatkan cara belajarnya, bahkan karir seperti apa yang harus ia fokuskan sehingga memungkinkan diri mereka dapat meraih kesuksesan dengan melewati rute yang lebih pendek, dan dengan waktu yang relatif lebih singkat, serta investasi yang lebih sedikit. Karenanya payung besar konsep STIFIn Personality adalah mengubah alokasi energi dan waktu yang tadinya pada “semua bisa” menjadi “fokus satu hebat”.

Ingin mengenal lebih orang terdekatmu? Yuk, tes STIFIn !
___
Kontributor : Vera (Mahasiswi program studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Universitas Nurul Jadid semster 5)

No comments

Powered by Blogger.