Kegiatan Unik Santri Membaca Burdah Dengan Berkeliling


Selain mengaji kitab, di Wilayah Al-Hasyimiyah Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo ini juga mengadakan kegiatan-kegiatan yang menunjang kreatifitas santri. Salah satu dari segelintir kegiatan tersebut ialah Burdah Keliling (Burling). 

Uniknya, berbeda dengan pembacaam burdah yang kita tahu biasanya burdah dibaca dengan cara duduk berkumpul bersama, hal ini sangatlah berbeda dengan Wilayah Al-hasyimiyah. Kegiatan membaca burdah dilakukan dengan menggunakan microphone sambil berkeliling. 

Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari selasa ba’da salat subuh. Biasanya dilakukan oleh santri dengan bergiliran sesuai jadwal yang ditentukan. Kegiatan ini bertujuan agar para santri terbiasa membaca burdah dan dapat mengahafal burdah dengan baik di luar kepala secara perlahan. 

Kegiatan ini juga terkadang dijadikan event lomba antar daerah atau kamar. Biasanya para santri akan mengeluarkan vokalis-vokalis terbaiknya di daerah masing-masing. Sebelum membaca burdah peserta burling menyambut para pendukungnya dengan memberi lagu yel-yel kebanggaan daerah atau kamarnya masing-masing. 

kekompakan langkah kaki saat berjalan juga menjadi penilaian dalam lomba ini, dengan alunan lantunan nada yang indah membuat kesan yang berbeda dalam pembacaan burdah. Beberapa aspek penilaian tersebut menjadi sebuah ciri khas dan membuat kegiatan burdah keliling ini bukan semata perihal pelestarian tradisi pembacaan burdah, namun juga sebuah cara membuat nilai-nilai tradisi yang telah berjalan sejak lama tetap relevan dengan cara diberi sedikit penyesuasian namun tidak mengubah esensi dari budaya tersebut 

kegiatan pembacaan burdah keliling ini adalah sebuah bentuk apresiasi dan upaya pelestarian budaya serta tradisi agar tetap relevan dan diminati ditengah zaman yang kini berkembang begitu pesat. Dari hal ini diharapkan inovasi serupa juga dapat diterapkan dan diaplikasikan di berbagai hal atau kegiatan lain semata untuk menjaga dan menarik antusiasme dengan tetap menjaga nilai pokok dan esensi dari budaya dan tradisi tersebut. 

Inovasi dan modifikasi dalam kegiatan burdah namun tetap menjaga nilainya tersebut merupakan sebuah pencontohan dan inovasi yang patut diapresiasi dan perlu diberi perhatian sehingga tidak hanya kegiatan tersebut, namun kegiatan lain yang memiliki penilaian jelek seperti membosankan dapat dirubah dan dikemas menjadi sebuah kegiatan yang cukup seru namun tetap memiliki nilai dan isi yang sama.
___
Kotributor : Ariny Izzata Diny merupakan mahasiswi semester 5 program studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Universitas Nurul Jadid

No comments

Powered by Blogger.