Apa Kabar Perpustakaanku?

Apa Kabar Perpustakaanku?

Siang itu, teman-teman kelas mengumumkan bahwa dosen jam kedua berhalangan hadir. Otomatis, tanpa komando teman-teman pun sudah kocar kacir. Entah kemana. Mereka langsung cuss dengan urusan masing-masing. Saya yang sangat tak suka dengan kata “libur” hanya bisa pasrah melihat realita yang ada. Saya pun memutuskan untuk mengunjungi tempat yang selalu menjadi favorit ketika tak ada guru sejak sekolah dulu. Yups, pespustakaan. Setelah sampai di perpustakaan yang tak jauh dari kelas saya tadi, saya langsung disodori pemandangan yang menurut saya sungguh mengherankan alias menggelikan. Espektasi bahwa perpus adalah tempat paling nyaman untuk menekuri paragraf demi paragraf buku ilmiah buyar sudah. Tak ada mahasiswa yang berlalu lalang menyusuri rak-rak buku. Buku-buku seakan menjadi onggokan kertas mati yang tak diminati. Mungkin jika mereka bisa bicara mereka akan berteriak-teriak untuk dihargai walau hanya dibaca sebentar. Bukan tuk dibeli. 

Melihat realita yang ada, kini perpustakaan sudah beralihfungsi menjadi wahana paling nyaman untuk berselancar di dunia maya. Mengapa begitu? baiklah. Saya akan mengungkapkan fakta-fakta yang saya jumpai tiap kali saya berkunjung ke perpustakaan kampus. Memang, saya bukan orang yang rajin mengunjungi perpus. Bisa dibilang saya juga termasuk orang kesekian yang paling susah untuk diajak berlama-lama bertahan di suatu tempat yang menurut saya “bukan gue banget”. Apalagi tempat tersebut jauh dari ekspektasi yang saya bayangkan dalam imajinasi. Mungkin akan banyak kritikan atau nyinyiran setelah membaca tulisan remeh ini. Tapi yang perlu diperhatikan adalah saya tidak berniat menjelek-jelekkan perpustakaan atau bahkan mahasiswanya. Melainkan tulisan ini adalah bentuk keprihatinan seorang mahasiswa yang tak ada apa-apanya di kampus berkeadaban ini. Anggaplah sebagai informasi tambahan tanpa niat celaan. Saya hanya ingin membuka mata dan menyentuh nurani pembaca agar tidak hanya duduk diam sembari do nothing akan fenomena ganjil ini. 

Mungkin saat kalian berseragam putih-merah, putih-dongker, bahkan putih-abu-abu, guru kalian selalu menganjurkan(lebih tepatnya memaksa) kalian untuk terus mengunjungi perpustakaan yang ada di setiap sekolah. Sekolah manapun pasti mempunyai perpustakaan meski tak semuanya mempunyai koleksi lengkap. Yang penting ada, perihal banyak tidaknya koleksi buku itu urusan belakangan. Dan itu pun menjadi salah satu penyebab mengapa perpus selalu kalah ramai dengan kantin. Miris memang. Manusia sekarang lebih spaneng tatkala urusan perut belum terisi daripada urusan otak yang tak terpenuhi. 

Nasib yang sama pun terjadi di kampus saya. Memang, kampus yang baru 2 tahun menjadi Universitas ini masih proses bertahap untuk menjadi kampus bergengsi. Meski baru seumur jagung, pencapaian kampus yang berada di Pondok Pesantren ini sudah terbilang melesat jauh. Namun sayang, dikarenakan terlalu sibuk membangun branding dan urusan administratif kampus, petinggi kampus seakan lupa untuk meningkatkan intelektual mahasiswa. Contoh kecilnya saja yang terjadi di perpustakaan kita sendiri. Seberapa banyak dari mahasiswa/i yang meminjam buku atau mengunjungi perpus setiap hatinya? Adakah dari mereka yang benar-benar datang ke perpus untuk meminjam buku atau sekedar membaca buku sebagai referensi mengerjakan tugas? Apakah perpus sudah beralihfungsi menjadi tempat menonton atau berselancar di media sosial? 

Perpustakaan, dalam UU no 43 th 2007 tentang perpustakaan, adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan atau karya rekam secara professional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka.

Dikatakan bahwa sesuatu dianggap mati kalau sudah kehilangan fungsinya. Apa kemudian fungsi dari perpustakaan itu sendiri?

Sulistyo Basuki -dengan mengacu pada undang undang- mengatakan bahwa perpustakaan setidak-tidaknya memiliki lima fungsi; fungsi edukasi, fungsi informasi, fungsi penelitian, fungsi publikasi, dan fungsi rekreasi. 

Fungsi edukasi perpustakaan merupakan sumber belajar, oleh karena itu, koleksi yang disediakan adalah koleksi yang mendukung pencapaian pembelajaran program studi, koleksi tentang strategi belajar mengajar, dan koleksi lain yang mendukung pelaksanaan tujuan pembelajaran. 

Fungsi informasi, merupakan sumber informasi yang mudah diakses oleh pencari dan pengguna informasi. Fungsi ini berkaitan dengan upaya penyediaan koleksi yang bersifat memberitahu akan hal-hal yang berhubungan dengan kebutuhan pendidikan mahasiswa atau dosen. Mereka akan banyak tahu tentang hal-hal yang terjadi di dunia apabila fungsi ini benar- benar dijalankan. 

Fungsi penelitian, perpustakaan menyediakan bahan-bahan primer dan sekunder yang paling mutakhir sebagai bahan untuk melakukan penelitian dan pengkajian ilmu pengetahuan. Terutama untuk mahasiswa akhir yang biasanya telah disibukkan dengan skripsi. Tentu, saat-saat seperti itu perpus mulai menjadi tempat teramai sejagad raya dikarenakan perintah dosen untuk banyak mengambil referensi dari buku atau jurnal. 

Fungsi publikasi, merupakan wahana untuk mempublikasikan segala bentuk karya ilmiah baik berupa buku, jurnal, dan seabrek karya-karya lainnya. 

Fungsi rekreasi, perpustakaan harus menyediakan koleksi rekreatif yang bermakna guna membangun dan mengembangkan kreatifitas, minat dan daya inovasi pengguna perpustakaan. Bukan berarti perpus malah menjadi sarana untuk berkongkow-kongkow ria sambil menonton oppa-oppa korea. Itulah mengapa jika petugas perpus lebih agresif lagi untuk menerapkan fungsi perpustakaan sesuai dengan fungsi yang semestinya tentu mahasiswa akan tertarik untuk berkunjung dan membaca buku di perpustakaan. Dan tentunya sikap ini akan meningkatkan literasi serta intelektualitas mahasiswa. Membaca buku tidak akan dianggap momok yang membosankan jikalau fasilitas yang menjadi tonggak utama untuk melejitkan intelektual ini ditanggapi dengan serius. Saya juga berharap jika nanti saya kembali mengunjungi perpus, suasananya sudah berubah total. Saya hanya ingin pemandangan di perpus seperti yang ada di imajinasi saya bahwa semua mahasiswa akan khusyuk menekuri buku-buku dan makin banyak juga yang menuangkan pemikiran mereka menjadi sebuah karya. Semoga saja. 
____
Sumber gambar :
www.unsplash.com


No comments

Powered by Blogger.