Bye Bye Film Gratis

“Sangat berat tapi harus dilakukakan, terimakasih kepada semua penonton setia kami, terhitung sejak tanggal 1 januari 2020 kami akan menghentikan penayangan film di website ini demi mendukung dan memajukan industri kreatif tanah air. Semoga kedepannya akan menjadi lebih baik. Salam, INDOXXI.”

Begitulah yang tertulis di website INDOXXI, situs kesayangan masyrakat +62. Salam pamit itu menggemparkan jagad internet di seluruh negeri belakangan ini. Terbukti di berbagai media sosial masih hangat dibincangkan mengenai penutupan situs streaming dan download film ini. 

Dilansir dari tempo, Direktur Jendral Aplikasi Kementrian Komunikasi dan Informatika, Samuell Abrijani Pangerapan saat ditemui di Jakarta, Senin 23 Desember 2019, menyebut situs INDOXXI “Kucing-kucingan” pasalnya situs ini beberapa kali berganti domain agar tidak terdeteksi oleh regulator. 


KOMINFO akan bekerja sama dengan Direktorak Hak Kekayaan Intelektual, Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Penegak Hukum dan Asosiasi Industri Kreatif untuk mengatasi peredaran karya secara ilegal, termasuk diantaranya situs streaming film dan musik. 

Berita mengejutkan ini, tentu menjadi pukulan keras bagi masyarakat Indonesia, terutama kelas menengah kebawah. Yang mana kita ketahui sudah sejak lama bergantung kepada situs-situs seperti INDOXXI untuk dapat menikmati film-film, baik buah karya dalam negeri atau luar negeri seperti fim-film Hollywood dan Bollywood. 

Dengan adanya kebijakan ini menuai berbagai macam respon dari masyarakat. Terutama kalangan muda mudi. Komentar-komentar negatif dan positif bertebaran di media sosial. Hal ini wajar karna kita tahu, mayoritas masyarakat indonesia lebih memilih menonton film secara streaming ilegal/bajakan daripada pergi kebioskop atau membeli DVD Bluray secara resmi. 

Alasan streaming film bajakan lebih banyak diminati selain karna gratis dan minim biaya. Juga masyrakat dapat menonton film jadul yang sulit didapatkan dengan mudah. Tapi dibalik semua itu, tak bisa dipungkiri hal ini merupakan ketidak benaran. Sebab hasil download dan streaming film-film tersebut tidak sepeserpun masuk kedalam kantong instansi resmi pemilik film. 

Maksud dan tujuan pemerintah baik, yakni untuk mengembangkan hasil karya dari anak bangsa. Karena dengan meninggalkan hal-hal bajakan dan tak resmi adalah satu langkah untuk mencapai tujuan tersebut. 

Memang berat untuk diterima, namun kita sebagai generasi muda yang berpendidikan, harus menalaah terlebih dahulu terhadap tujuan pemerintah dalam menutup situs-situs sejenis INDOXXI. Berpikir dengan kepala dingin sehingga dapat menerima kenyataan bahwa situs kesayangan mereka telah ditutup. Dan kemudian diharapkan generasi muda sadar akan mana hal yang benar dan salah. 

Lalu timbul pertanyaan lagi, apakah setelah situs INDOXXI ditutup masyarakat tidak bisa menonton film bajakan lagi.? Jawabannya bisa IYA dan TIDAK. Pasalnya, pihak KOMINFO telah bekerja sama beberapa instansi untuk mewujudkan upaya memblokir situs-situs ini, dan sepertinya pemerintah tidak main-main kali ini. 

Namun, pemerintah harus juga sadar, dengan kecanggihan teknologi di era ini, bukan hal mustahil masyarakat tetap bisa memperoleh film-film bajakan dengan berbagai macam cara. Salah satunya dengan mendownload film bajakan melalui situs luar negeri. Selain itu, INDOXXI yang juga terkenal sering berganti domain juga kemungkinan bisa muncul dalam wujud lain dan tampilan lain namun tetep menyuguhkan kontn serupa.

Upaya pemblokiran ini sebenarnya sebuah langkah positif guna mengapresiasi dan memberikan dukungan terhadap karya-karya insan perfilm an dengan mengurangi dan memberantas para pembajak dari karya mereka.

Sebenarnya hal ini tidak hanya terjadi di Indonesia, namun di negara lain juga dilakukan hal yang sama untuk menekan angka pembajakan sebuah film. Namun pihak ke 3 selalu berhasil mencari cara untuk masuk dan memperoleh film bajakan yang dapat mereka share dan menjadi bahan jualan utama mereka.

Namun, bedanya dengan negara ini, sebagai hasil dari upaya bersih-bersih pemerintah. Mereka membuat sebuah wadah bagi mereka yang membututuhkan tontonan dengan adanya netflix serta platform nonton film berbayar lainnya. Sayang, yang kami lihat dari upaya pembersihan INDOXXI ini belum ada tindak lanjut terkait pengalihan atau pemanfaatan para penikmat film yang kehilangan INDOXXI tersebut.

Aplikasi streaming lokal seperti Iflix dan Hooq pun sepertinya masih kurang diminati karena koleksi film serta aksesnya yang bisa dibilang masih kurang memadai dan out of date. Lantas bagaiaman tindak lanjut pemerintah kedepannya? Kita tunggu saja bagaimana kelanjutan dari kisahnya. 
___
Ditulis oleh : Hafidz Jazuli (Mahasiswa KPI Universitas Nurul Jadid semester 1)
___
Sumber Gambar :
https://inet.detik.com/

No comments

Powered by Blogger.