Aku Bucin! Kamu Mau Apa?

Kata siapa bucin itu selalu identik dengan hal yang buruk, bucin itu hakikatnya adalah baik


Setelah sekian lama segmen sambat tak berisi dan terkesan tidak terawat, akhirnya mimin memutuskan untuk kembali mengisi segmen yang satu ini. Dalam pembahasan dalam sambat kali ini kita bakal bahas soal bucin/bucinisasi/bucinisme dan semua sanak saudaranya. Oleh karena itu kemungkinan segmen sambat dengan topik bucin ini akan beredar dalam beberapa postingan yang akan mimin relate kan 1 sama lain.

Jadi, mari kita mulai soal bahasan BUCIN kita kali ini, let’s get it through! 

Apasih Bucin itu? 

Bucin adalah istilah anak muda zaman sekarang yang merupakan kepanjangan dari budak cinta. Jika kita mencoba mencari definisinya di KBBI, selamat! Kalian tidak akan menemukan apa apa! Karena bucin adalah Bahasa prokem yang masih belum ada padanan bakunya dalam KBBI. 

Dalam kehidupan sehari-hari bucin bisa dimaknakan sebagai seorang atau individu yang mengedepankan kebutuhan dan keinginan pasangannya di atas kebutuhan lainnya. Ciri ciri manusia yang terwabah virus bucin diantaranya : 

  • Selalu sibuk dengan urusan bersama pasangannya.

”Bro, ngopi yuk! “ 
“Maaf ya! Aku ada janji sama doi” 

Ciri-ciri pertama, waktuberkumpul bersama teman mulai berkurang karena terlalu sibuk berkumpul atau berduaan sama doinya. Diajak ngopi kagak bisa, karena ada janji dengan doi. Ini nih yang namanya hidup serasa milik berdua, gak ada urusan duniawi lain yang bisa mengganggu gugat 

  • Tidak bisa mengatakan tidak kepada pasangan

Untuk ciri yang satu ini nih. Bakal terlihat kalua tingkat bucinnya sudah lanjut banget. Sangat amat tidak bisa untuk mengatakan tidak kepada kemauan atau keinginan pasangannya. 

  • Dan banyak ciri lain, namun mimin gak mau sebutin semuanya, kita gak mau bahas soal definisi bucin. Biar netijen saja yang memberi penilaian dalam pandangan masing-masing. Ingat! netijen itu selalu benar!
Karena juga nih, pembahasan tentang jenis dan perbedaan bucin satu dan lainnya bakal mimin jelasin dan tulis di artikel lain agar pembahasannya lebih eksklusif

Lalu apakah menjadi bucin itu buruk? 

Bucin itu gak selamanya buruk. Tapi ada juga bucin yang buruk, ada pula yang baik. Bucin yang baik adalah bucin sesuai proprsi dan tidak berlebihan. Sedangkan bucin yang buruk adalah bucin yang keterlaluan dan tidak pada posisi dan porsinya. 

Ilustrasi Bucin
Ilustrasi Bucin

Bucin itu boleh, karena dari bucin kita bisa mendapat banyak inspirasi. Mimin? Bucin kok1 tapi pada waktu dan tempatnya. Dari bucin juga mimin bisa banyak berkarya, karena disana mimin menemukan inspirasi dan ide untuk membuat konten dan tulisan. 

Bucin? Nngak buruk-buruk amat sih. Malahan, dari prilaku bucinisasi ini akan muncul yang namanya reponsability. Sebuah tanggung jawab. Awalnya memang hanya kepada pasangan, namun jika bucin ini kemudian diletakkan kepada tempat yang benar. Sebutlah kita bucin kepada sebuah organisasi atau perkumpulan, maka akan muncul sebuah rasa tanggung jawab berlandaskan cinta yang membuat kita tidak berat dan tidak merasa terpaksan melakukan sebuah perkejaan. 

Kita suka menulis, bucinkan, maka menulis tersebut akan terasa ringan karena kita punya rasa cinta akan hal yang kita lakukan. Mimin teringat sebuah pepatah cina kuno yang berbunyi 

“Cintailah pekerjaanmu, maka kau tidak akan merasa berkerja selamanya”

Karena kita enjoy, kita nikmat, dan kita menjalankan apa yang kita sukai. Kita bucinin tuh sesuatu yang kita sukai. Jadi apa aja yang kita lakukan rasanya ringan, gak berat, tak ada keterpaksaan yang kita miliki. Semuanya terasas sukarela dan mengalir selayaknya air. 

Bucin? Masih mau kau nilai negative? Jangan lah! Bucin itu hakikatnya baik, namun jika berlebihan maka bucinisasi macam itu yang perlu ditertibkan. Bucin itu baik, berlebihannya itu yang membuat bucin menjadi hal yang buruk. 

Jadi, kalian mau bucin? Silahkan, namun letakkan dan lakukan sesuai tempat dan proporsinya! Bucinlah sekucupnya untuk kehidupan! Bucin for lyfe!
____
Sumber gambar : 
www.freepik.com
https://dribbble.com/shots/8190318-Prisonner-of-Love-Illustration-design

No comments

Powered by Blogger.