The Wandering Earth : Sebuah Gambaran Cerdas Tentang Masa Depan, Harapan, dan Kondisi Bumi Kita

Review Film The Wandering Earth (2019)



Dalam tulisan ini kita akan membahas tentang film baru rilisan tahun 2019. Judulnya adalah the Wandering Earth, yang arti bahasa Indonesianya pengembaraan bumi. Tapi, sebelum kita bahas lebih jauh tentang film ini, saya akan membagi pembahasannya dalam beberapa cakupan yang akan saya coba paparkan seringkas mungkin dan nngak terlalu spoiler, jadi buat kalian yang belum nonton masih bias rasain feelnya film ini secara utuh.

Alur Cerita dan Tema Film

Alur cerita yang dipakai di film ini lurus banget, dari kisah kecil latar belakang tentang tokoh utama. Lalu berlanjut ke masa remaja yang merupakan  mayoritas scene dalam film ini. Film ini mengangkat tema science fiction tentang bumi di masa depan yang sudah kacau balau.

Kehancuran bumi tersebut berawal dan tercipta dari cueknya masyarakat dan enggannya masyarakat merawat bumi seddari dulu. Hal ini lantas menyebabkan sebuah bencana besar yang akhirnya memaksa manusia untuk hidup di bawah tanah.

Selain itu, hal utama yang menyebabkan bumi hancur sedemikian rupa adalah makin panasnya suhu matahari. Jadi, film ini memulai konfliknya dengan sebuah ide bahwa bumi akan menjadi lebih baik dengan memindahkan  orbitnya dari galaksi bimasakti menuju galaksi lain yang sudah dipantau dan dipelajari sebelumnya.

Dari isu tersebut maka dibuatlah persatuan yang memprakarsai ide tersebut dan merealisasikannya. Maka hasil dari ide tersebut adalah sebuah ide gila membangun ribuan mesin pendorong untuk memindahkan orbit bumi ke galaksi lain yang sudah diperhitungkan.

Waw, gila banget idenya dan benar-benar cerminan kehidupan dewasa ini

Itulah reaksi pertama saya terkait dengan ide cerita yang masuk banget terhadap isu yang terjadi belakangan ini. Ide gila menyelamatkan bumi dengan memindahkannya ke galaksi lain yang bias mendukung ekosistem kehidupan di masa depan

Gila, tapi masuk akal!

Dan, dari situlah project besar itu tercetus, dan konflik demi konflik mulai terjadi. Dimulai dengan keinginan sang tokoh utama memberontak, serta berbagai kejadian lain yang  satu persatu dating dan membuat konflik menjadi semakin memuncuk. Dan bum….

Bumi lantas berada di fase paling ujung. Antara bertahan dan tetap hidup, atau hancur dan tidak lagi tersisa. Di bagian pertengahan hingga akhir kita pasti bakal sedikit cemas dengan apa yang akan menjadi ending cerita ini. Apakah akan nada tokoh pendukung lagi yang dibikin mati, atau bakal jadi happy ending sampai selesai.

Di fase menjelang akhir ini cerita dari The Wandering Earth ini mulai makin intens dan bum…

Ending ceritanya cukup mengejutkan, saat semua orang telah berjuang dengan sekuat tenaga, saat semua harapan sudah bersatu padu, saat semua perjuangan telah mencapai batasnya. Sebuah twist ending yang cukup apik dan mengejutkan.

Tapi, ada hal seru yang juga menyedot perhatian saya. Di pertengahan hingga akhir dimana cerita The Wandering Earth ini mulai menuju pucuk konfliknya, tempat yang dipilih sebagai latas dari cerita ini adalah Indonesia.

Yups, seperti yang sudah saya paparkan, dimana dalam film ini kita bakal bertemu dengan ide gila mendorong bumi keluar dari galaksi bima sakti dan mengantarkannya ke galaksi baru. Ntah karena alas an geografis atau alasan lainnya, pulau Sumatra dijadikan latar cerita dari akhir perjungan para astronot China ini.

Dan,

Setelah saya menonton film ini, ia sukses membuat saya kembali berpikir tentang keadaan lingkungan sekarang ini. Apakah generasi selanjutnya bias menikmati apa yang yang kita miliki sekarang, atau generasi selanjutnya malah harus berjuang agar bias bertahan?

Apakah saya sudah berusaha sebaik mungkin melestarikan alam? Dan ada banyak pertanyaan yang kemudian muncul dan membuat saya merenungi semua hal yang sudah saya lakukan, untuk diri sendiri dan lingkungan saya

Secara keseluruhan, film ini memiliki plot yang dinamis, namun bumbu cerita yang ditawarkan cukup menarik dan twist twist kecil di fase akhir cukup membuat emosi naik turun. Untuk feel dan pesannya sih, menurut saya pribadi film ini bertutur tentang harapan dan perjuangan yang dibungkus dalam bingkai cerita masa depan dan diberi bumbu konflik keluarga yang cukup emosional. (rkrx)
___
Sumber gambar :
screenanrchy.com

No comments

Powered by Blogger.