Silatda dan Ngaji Buku Fiqh Media Sosial – Sebuah Acara Menghimpun Kader Muda Penggerak Media NU



Dalam rangkaian acara perhelatan Musyawarah Kerja Wilayah (MUSKERWIL) pertama PWNU Jawa Timur. Turut juga dilaksanakan acara Silatda dan Ngaji Buku Fiqh Sosial Media yang bertempat di wisma dosen, Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo.

Dalam acara tersebut turut hadir pula penulis dari buku fiqh sosial media yakni  saudara Faris Khoirul Anam. Selain itu, tercatat juga beberapa tamu penting dan berpengaruh di kalangan media NU turut hadir menjadi pemantik dalam acara pada malam hari tersebut.

Sebut saja Rofii Boenawi (Koordinator NU Millenial Jawa Timur), Dodik Nur Cahyo (Founder Santri Design) dan Ayung Notonegoro (Founder Komunitas Pegon Banyuwangi). Dalam acara diskusi tersebut, para peserta yang sebagian besar adalah penggiat jurnalisme dan penggerak media diajak berdiskusi dan berbincang tentang dinamika media dewasa ini.

Hal yang juga ditekankan adalah peranan para penggerak muda dalam menjadi pilah komunikasi dan menyebarkan dakwah islami dan nilai-nilai positif melalui berbagai media. Turut hadir pula direktur Nu Online malam tersebut yang memberi banyak sekali pengetahuan dan wawasan baru perihal media online.

Dalam acara malam tersebut, para peserta nampak antusias. Banyak yang bertanya dan memantik diskusi. Walau terhitung molor dari jadwal yakni jam 9 malam dan baru dilaksanakan pada jam 10 malam. Namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat para peserta yang hadir malam tersebut.

Kader Muda Harapan Masa Depan

Tak bisa dipungkiri, perkembangan teknologi berkembang begitu pesat. Hal ini juga berbanding lurus dengan penetrasi pengguna internet dan sosial media yang kian meningkat. Sosial media yang awalnya hanya sekedar situs saling komunikasi kini bertranformasi menjadi media telekomunikasi dimana jutaan data dan berita tersebar luas setiap harinya.

Internet juga membuat batas jarak seakan hilang sehingga kita bisa secara real time mengetahui sebuah kejadian di belahan bumi lain walau terbentang ribuan kilometer jaraknya. Seiring dengan perkembangan ini, kader muda penggerak media NU harus turut punya andil menjadi penyebar hal-hal positif dan tidak ikut serta menyebarkan hoax yang dapat merusak harmonisme dan menyebabkan perpecahan.

Kader muda penggerak media NU seharusnya menjadi agent of change, orang yang menggerakkan dan memberi pengaruh serta menjadi garda terdepan pengaplikasian sosial media dengan baik dan bermanfaat baik bagi pribadi maupun sekitarnya.

Secara keseluruhan acara malam itu berjalan lancar dan disisipi beberapa pertanyaan yang cukup cerdas dan seru didiskusikan malam tersebut. Direktur NU online pun juga turut mengajak para kader muda penggerak media yang ingin berkontribusi dan menjadi bagian dari NU Online.(sykr)
___
Foto oleh Nanang Qasim

No comments

Powered by Blogger.