Desember yang Membiru Sebuah Puisi Karya Abdur Rahmad



Musimku bergejolak pada ceruk matamu yang dalam
Angka-angka pada kalenderpun berguguran
Menyatu dengan bau tanah yang menggores kenangan
Masa dahulu di penghujung Desember
Angin tak lagi malu menyibak surai rambutmu, bermain-main dengan kerling matamu dan mencium lembut bibirmu
Begitupun aku yang terpaku dalam ambigu
Menatap indah ciptaan Tuhan yang tersaji bak purnama di depanku
Melenggang indah bersama para bidadari tak kasat mata
Dirimulah Desember itu
Seberkas kenangan yang membiru pada kalbu
Meretas ingatan yang terserak pada lembaran usang yang lalu.

Rahmat
Paiton,20/04/’19

No comments

Powered by Blogger.