Sudahkah Kita Mengenali Diri Kita Sendiri?



Selamat malam pecinta gubukinspirasii, jangan lupa sarapan yaa, karena harapan ga bikin kenyangg , ehh paan sii wkwk tau ah gelap :v. Btw, admin mau berbagi ilmu nihh, sehubung kemarin admin  baru dapat ilmu baru dari grup sebelah,  yang akan dishare kepada readers semua .... 

Happy reading :D 

Apa itu konsep diri?

Secara umum, konsep diri itu keseluruhan  jawaban seseorang terhadap pertanyaan “siapakah saya”  atau seluruh hal yang orang ketahui mengenai dirinya. Misalnya, saya adalah seorang mahasiswa, orang Indonesia, punya sifat malas, kadang-kadang baik, dan seterusnya. Biasanya yang kita tahu adalah konsep diri negatif dan positif, tapi sebenarnya lebih rumit dari it. Sifat konsep diri dinamis. Kita punya yang namanya possible self-concept atau konsep yang diharapkan atau mungkin dimiliki oleh kita.

Kita ingin pintar, kuat, jadi dokter adalah contohnya

Nah, sumber jawaban dari pertanyaan “siapakah saya?” bisa berasal dari diri kita sendiiri (individualis) atau lingkungan (kolektif).
Kenapa ada lingkungan, karena kita tidak bisa dipisahkan dari sana. Untuk lebih jelas nanti akan dijabarkan.

Ada lima faktor yang memengaruhi konsep diri kita, yang pertama adalah peran.  Ketika kita memperoleh suatu peran baru, pada awalnya kita akan sadar mengenai perilaku kita sehubungan dengan peran tersebut . Kemudian apa yang tadinya kita tampilkan sebagai “acting” (sesuai peran) lambat laun benar-benar akan menjadi bagian dari diri kita. Contohnya, sifat rajin tidak muncul dari dalam, tapi dari peran sebagai anak atau murid.

Kedua, identitas yang kita bentuk. Kita ingin rajin, maka dari itu, kita mulai lebih sering belajar atau sebaliknya. Kita merasa rajin karena sering belajar.

Ketiga, perbandingan dengan orang lain. Bisa saja kita merasa bodoh bukan karena memang bodoh, tapi karena membandingkan diri dengan yang lebih pintar.

Empat, keberhasilan atau kegagalan. Dulu saya merasa jago fisika karena pernah ikut OSN, tapi setelah dapat nilai UN yang jelek, saya langsung merasa sebagai seseorang yang tidak bisa fisika.

Lima, bagaimana orang lain menilai kita. Misalnya begini, saya merasa kalau diri saya adalah orang yang kuat, tapi teman sekelas saya bilang kalau saya lemah. Saat tidak ada pengakuan dari orang lain, kadang kita menilai kembali konsep diri kita lalu menyesuaikan dengan lingkungannya.

Aspek-aspek Apa Saja Yang Ada Dalam Konsep Diri

Pertama ada self-esteem yang bisa diartikan sebagai penilaian mengenai harga dirinya. Kenapa self penting, bagi yang memiliki self-esteem yang sehat, konsep dirinya cenderung positif, dan sebaliknya.

Untuk membangun self-esteem positif, bisa dimulai dengan sadar akan pikiran negatif dalam diri kita dan mereduksinya dengan cara sugesti positif setiap pagi dan membentuk possible self yang positif pula.

Kurangi juga membandingkan diri dengan orang lain. Bisa juga dengan memaksimalkan potensi yang kalian punya.

Olahraga dan menjadi relawan di kegiatan sosial juga cukup membantu, kemudian kita punya yang namanya self-efficacy atau keyakinan  bahwa  dirinya  mampu  menghadapi  tantangan-tantangan  hidup,orang yang efficacy tinggi akan optimis, pantang menyerah, dan gigih. Sebaliknya, orang yang efficacy-nya rendah akan mudah menyerah dan takut pada tantangan.

Cara paling umum meningkatkan efficacy adalah dengan mengerjakan hal menantang tingkat demi tingkat, dimulai dari yang mudah sampai ke hal paling sulit. dari situ kemampuan kita dan keyakinan kita pada diri sendiri akan bertambah.

Ada pula yang disebut dengan self-respect, atau keyakinan bahwa diri bahwa dirinya  berhak  untuk  mendapat  kebahagiaan.

Nahh,, jadi kesimpulannya adalah who you are is who what you thougt. Kamu adalah apa yang kamu pikirkan, untuk kalian-kalian yang merasa bahwa diri kalian itu lemah,bodoh, dan apalah itu.

Semua pikiran negatif kalian akan menjadi nyata karena itu sudah tersugesti oleh otak kalian. Seperti apa yang telah  dipaparkan di atas, tidak ada  orang bodoh tidak ada orang malas tidak ada orang rajin. Karena semua tergantung bagaimana kita mengkonsep diri kita, bagaimana kita membawa diri kita ke arah positifkah atau sebaliknyaa.

Ohhyya, perlu readers ketahui artikel di atas adalah contain dari seminar online yang admin ikuti di grup “PUZZLE KONSEP DIRI”  dengan narasumber Mahasiswa Pasca Sarjana Psikologi Unpad. Galih Khumaeni.

Semoga bermanfaat

No comments

Powered by Blogger.