Tentang Panjang Umur



"Semoga Panjang umur ya!"
"Barakallah fi Umrik!"

Tentu kita sering mendengar atau menerima ucapan tersebut dari teman, saudara, atau bahkan orang tua kita. Ya! ucapan yang biasa atau sudah lumrah diucapkan untuk mendoakan satu sama lain. Tapi apakah kita sudah benar-benar mendoakan mereka? atau sekedar formalitas belaka?

Lantas apa itu umur panjang? hidup hingga berumur 100 tahun? masih sehat dan segar walau umur sudah kepala 5? atau kalian punya definisi lain? bagi saya definisi itu bisa dibilang benar! ya benar, tapi secara harfiah!

Meski kita hidup lama tapi tidak bermanfaat bagi orang lain apakah disebut berumur panjang? hidup panjang tapi hanya nyusahin? mending mati aja! (itu pendapat pribadi, harap jangan dimasukin hati :) ) Bagi saya mending hidup tua dengan damai tanpa terlalu merepotkan anak cucu daripada dianugerahi umur panjang tapi di usia senja malah merepotkan anak cucu. Memang kita tidak perlu malu, karen mereka akan menganggap itu sebagai sebuah upaya. Upaya untuk membalas kasih sayang kita membesarkan mereka sejak kecil.

Orang akan dikenal oleh 2 hal! Kebaikan atau keburukannya. Ada pepatah yang berbunyi "Ketika aku melakukan kebaikan banyakl orang yang lupa, ketika aku berbuat keburukan banyak orang yang ingat"

Lantas apa itu panjang umur? hidup panjang? lalu dikenal? sederhanya mungkin panjang umur bisa dibilang begini. Meski kia sudah lama meniggal tapi nama kita masih dikenang. Dikenang dengan kebaikan atau malah keburukannya itu adalah konsekuensi. Sebuah pertanggung jawaban atas kehidupan kita.

Selamat menjalani hidup :)


No comments

Powered by Blogger.