Tentang Orang Bodoh dan Orang Berilmu


Sekarang teknologi sudah menjamur. Pekerjaan manusia menjadi semakin mudah. Banyak hal yang semakin mudah dilakukan. Orang potong rambut kini tak perlu repot pakai gunting, sudah ada alat pemotong rambut. Mengetik naskah tak sesulit dulu saat masih menggunakan mesin ketik. Bertukar sapa pun semakin mudah dengan adanya internet.

Tua, muda, semua umur bahkan isa menggunakan internet. Asalakan mereka mau belajar mereka bisa mengoperasikan teknologi. Contoh yang sedang popular mungkin orang pasuruan yang berhasil menemukan bug di google. Apa yang dia lakukan? Ia mau belajar dan terus mencoba. Hasilnya ia berhasil menemukan bug dalam google dan mendapat imbalan yang bisa dibilang lumayan dari pihak google.

Sekarang bukan soal siapa yang kuat yang bakal memimpin, tapi siapa yang mau belajar dan mau berbagi dengan sesamanya. Hal ini memang benar, kalua ilmu dapat menaikkan derajat seseorang. Jika kita berilmu dan cakap melakukan suatu pekerjaan, saya yakin jika kita tidak perlu pusing mencari pekerjaan, tapi pekerjaanlah yang akan mencari kita.

Saya terkadang bingung saat mendapati orang mengeluh tentang orang yang tak kunjung mendapat pekerjaan. Padahal informasi dapat dengan mudah kita dapat, info dengan cepat bisa kita ketahui. Ilmu berceceran di internet. Banyak orang yang dengan senang hati berbagi ilmu dan hal bermanfaat di internet. Tapi mungkin dari kita pribadi yang tidak mau susah-suah membaca. Mungkin.

Jika dipikir secara logis, kemajuan teknologi seharusnya membuat kita semakin mudah mencari pekerjaan. Intinya kita mau belajar. 

“Halah, ngomong doang!”

Oke, saya akan berikan beberapa contoh. Saya punya teman seorang designer grafis. Pendapatannya dollar karena sudah mulai merambah ke luar negeri melalui situs-situs microstock. Padahal gelar sarjananya A.Ag, Sarjana agama, bukan sarjana ahli gambar. Tapi kenapa dia bisa? Karena mau belajar dan tak sungkan membagikan ilmunya.

Saya tidak percaya, kamu bisa berbohong!”

Oke, contoh yang lebih real dan meyakinkan. Ibu Susi Pudjiastuti, Menteri perikanan. Beliau alumni SD, SMP gak sampe. Tapi bisa jadi Menteri, punya maskapai penerbangan. Sederhananya beliau ini HOLANG KAYAH….. kenapa beliau bisa sejauh ini? Karena ia mau belajar! 

Perlu digaris bawahi belajar bukan semata memakan bangku mata pelajaran di sekolah dan kampus. Jujur, sebagai seorang mahasiswa saya lebih banyak mendapat ilmu di luar kampus. Hasil membaca, diskusi sambal ngopi. Nge-blog dan nulis artikel pun saya pelajari di pinggir jalan sambal menyesap kopi hitam dan berkumpul Bersama teman-teman. Sederhanaya, jika kita mau niscaya kita pasti bisa.

Jangan mudah menyerah. Coba pikir saat kita pergi memancing di laut. Laut begitu luas, tapi kenapa kita masih bisa menangkap ikan? Karena kita berusaha, kita belajar, jam beapa biasanya ikan naik ke permukaan. Ikan jenis ini suka makan apa, ikan jenis ini ada di kedalaman berapa. Ikan ini bisa ditangkap dengan ala tapa? Serta ilmu-ilmu lainnya. 

Tentu jika kita belajar kita pasti bisa mendapatkan apa yang kita inginkan. Terkadang memang ada ujian, ada halangan yang melintang, tapi jika kita mau belajar kita bisa melaluinya, menghindarinya sehingga tidak terjadi kembali. Itulah ilmu.

Orang berilmu bagaikan seorang yang pergi di gelap malam dengan membawa lentera. Nah, tentu jika membawa lentera dia dtidak akan tersandung atau mendapat kendala berarti karena ia dapat melihat jalan berkat cahaya dari lentera yang ia bawa. Sedangkan orang bodoh selayaknya orang yang pergi dalam kegelapan malam tanpa membawa apa apa. Apa yang bisa ia lihat? Bergantung kepada terang bulan? Sama seperti berharap kepada takdir tanpa ada usaha. Begitu saja taka da wow-wow nya

“Kalau saya bermimpi jadi PNS”

Kwkwkwkkw, oke! Menjadi PNS memang enak, tapi saya pribadi tidak terlalu ingin menjadi PNS. Bebannya berat. Banyak yang syirik kepada saya. 

“Jangan-jangan ia nyogok!” 

“Jangan-jangan ia punya orang dalam!” Serta jangan-jangan yang lainnya. Begini bro, banyak pekerjaan yang gajinya lebih dari PNS bahkan ada yang bisa memberikan passive income yang melebihi gaji pokok PNS. Seorang designer di situs microstock bisa mendapatkan lebih dari 100 dollar setiap bulannya dengan hanya sekitar 10 karya baik photography maupun design. Pendapatan itu tak akan berkurang meski ia tidur atau tidak mengupdate portofolionya. PNS? Gak kerja? Dipotong gajimu bung! Kurus kau nanti!

Tapi saya tidak menghakimi orang yang ingin menjadi PNS. Tapi mbok ya dipikir dulu. Yang daftar jadi PNS itu ribuan, yang diambil mungkin hanya 3-4 orang. Kakak kandung saya seorang PNS, tapi perjuangannya sampai kesitu tidak mudah. Sebelum mendaftar CPNS, HP nya sudah dipenuhi dengan aplikasi test serta uji soal ke CPNS an dan logika. Sambung silaturahmi, memohon do asana sini, bahkan kakak saya seperti berubah menjadi kiai saking dari alimnya ia kala itu. Tentu itu bukan hal yang mudah. Lolos dari beberapa test menyisihkan ribuan orang yang mendaftar untuk mendapatkan status PNS.

“Nah lo kok malah kemana-mana?” 

maafkan saya yang sampai ngelantur sampai ke PNS, karena saya rasa hal itu juga ada sangkut pautnya dengan ilmu. Sederhanyanya begini, Ilmuitu hal yang penting, ada kan pepeatah. 

“Tuntutlah ilmu hingga ke liang lahat” 

Karena memang ilmu itu sangat penting. Kita berhenti belajar, maka otomatis kita tertinggal. Orang lain belajar, lalu mendapatkan sesuatu yang baru, secara tidak langsung kita sudah tertinggal dari orang tersebut. Ttinggal hitung, ada berapa manusia di bumi, sebut saja ada 17 miliar orang, berarti sudah ada 17 miliar pemikiran, lantas kita tidak mau belajar? Berarti kita sudah tertinggal 17 miliar di belakang! 

Tapi jika kiita sudah unggul atau berada lebih diatas orang lain jangan lantas sombong. Hal ini biasa muncul. Kita merasa sudah cukup pandai sehingga mulai malas dan tidak mau belajar kembali. Hal ini lumrah terjadi, oleh karena itu saran saya, teruslah jadi bodoh.

Teruslah haus! Teruslah gali ilmu itu hingga liang lahat memanggilmu untuk kembali ke yang maha kuasa

Teruslah kreatif 😊 Salam Komunikasi



No comments

Powered by Blogger.