Sebuah Klarifikasi dan Surat Terbuka


Selamat Malam

Mungkin sekarang banyak orang yang sedang marah bahkan menganggap saya sebagai provokator yang hanya tau berorasi. Maaf. Sekali lagi maaf. Saya tdak bisa menghadiri pertemuan tadi karena saya ingin bersikap pasif. Sederhananya adalah pihak KPU yang datang menemui kami menawarkan jalan tengah untuk masalah yang terjadi.

Tapi diluar ekspektasi saya ternyata teman-teman saya malah menemui wakil dekan. Saya sangat merasa bersalah dan merasa keputusan saya untuk bersikap pasif dan menunggu ternyata salah.

Oleh karena itu saya akan menuliskan klarifikasi serta kronologi agar masalah ini jelas dan tidak ada lagi masalah yang muncul

Pada awal Desember, 

tepat setelah liburan Maulid kelas kami berubah menjadi kantor KPU. Hal yang kami sayangkan adalah tidak adanya pemberitahuan serta bimbingan dari kakak tingkat yang bersangkutan terhadap kami. Itu yang menjadi keluhan kami.

Hal kedua yang kami permasalahkan adalah efek dari hal tersebut yang membuat beberapa mata kuliah tidak bisa terselenggara. Ujungnya kelas kami tertinggal dan beberapa mata kuliah terancam tidak selesai. Konsekuensinya kami harus menambah jam mata kuliah di waktu kosong. Oh terima kasih karena telah merenggut hari libur kami!

Selanjutnya, setelah diberi pencerahan oleh salah satu dewan pengajar, kami pun berinisiatif mencari kelas pengganti. Hasilnya kami mendapatkan Lab KPI. Terima kasih atas kelas yang ber-AC walau kecil dan sempit saat digunakan untuk perkuliahan.

Terima kasih pula untuk ketua KPU yang sudah tergugah untuk membaca tulisan ini. Terima kasih telah memanggil pihak kami walau harus bertemu Wadek. Dan terima kasih atas jalan keluar berupa penggantian kelas yang telah kalian berikan. Terima kasih atas iktikad baik ini. Serta mohon maaf atas ketidak hadiran saya.



Saya pribadi mengucapkan maaf atas kata-kata yang terucap dan terketik. Mohon maaf sebesar-besarnya.  Semoga generasi BEM selanjutnya tidak melakukan hal yang sama.

Maaf karena kami harus menuliskan tulisan ini. Karena mungkin protes kami tidak dihiraukan, oleh karena itu kami memutuskan untuk berliterasi. Menuliskan keluh kesah kami. Alhamdulillah ada yang membaca dan mengapresiasi :)

Selamat berdemokrasi. Maju terus kampus kita!

Selamat Malam dan terima kasih :)


No comments

Powered by Blogger.